Saturday, September 30, 2017

Persyaratan menikah dengan WNA

Hi beautiful soul!

Kali ini aku bakal ngomongin hal lain selain beauty stuff, semoga pengalamanku ini dapat membantu teman-teman yang sedang membutuhkan informasi ini.

Menikah dengan warga negara asing memang membutuhkan kesabaran tingkat dewa, karena hal tersebut menguras tenaga, waktu dan juga isi dompet!


Persyaratan menikah dengan WNA
Persyaratan Menikah dengan WNA 

Bagaimana tidak? Surat-surat yang menunggu untuk diurus. Uang yang harus dikeluarkan demi mengurus surat-surat tersebut. Waktu yang harus dihabiskan untuk sekedar mengurus surat-surat tersebut, apalagi jika kita sebagai yang bersangkutan tinggal diluar Jakarta which means kita harus keluar ongkos lebih untuk akomodasi dan sebagainya. Itu belum ditambah urusan resepsi, dari mulai hal-hal kecil seperti baju resepsi, baju untuk keluarga inti calon suami, katering, souvenirs, undangan, dekorasi dan lain sebagainya.

Intinya harus SUPER SABAR!

Sebelum saya curhat panjang lebar (cerita saya menikah dengan WNA akan saya bahas lebih detail di tulisan selanjutnya) kali ini saya ingin berbagi pengalaman syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk menikah dengan warga negara asing khususnya warga negara Australia.

Baca juga:  Lindungi Kulit Dari Bahaya Sinar Matahari


PERSYARATAN YANG DIBUTUHKAN WNI :

  1. Surat pengantar dari RT & RW setempat.
  2. Surat Keterangan Nikah (N1, N2, N4) dari Kelurahan/Desa setempat.
  3. Persetujuan kedua calon pengantin (N3) dari Kelurahan/Desa setempat.
  4. Ijin dari orangtua (N5) jika catin belum berusia 21 tahun.
  5. Surat pengantar untuk mengurus SKCK untuk Syarat Pernikahan
  6. Fotokopi KTP, KK, Akta Kelahiran, Ijazah.
  7. Fotokopi Keterangan Vaksin/Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) bagi calon pengantia wanita.
  8. Akta Cerai (Jika ada)
  9. Surat Keterangan/ Akta Kematian Suami/Istri dan kutipan nikah terdahulu bagi janda/duda karena meninggal dunia.
  10. Pasfoto 2 x 3 dan 3 x 4 latar belakang merah maupun biru. (Dalam kasus ini saya menyiapkan masing-masing 10 lembar supaya jika kurang tidak perlu bolak-balik).
  11. Ijin dari komandan (dari kesatuannya) bagi anggota TNI/Polri.
  12. SKCK yang menerangkan untuk Syarat Pernikahan.
PERSYARATAN YANG DIBUTUHKAN WNA :
  1. Fotokopi Paspor
  2. KIMS (Keterangan Izin Masuk Sementara) dari Imigrasi.
  3. Single Status Certificate (jika masih single)
  4. Surat Keterangan dari Kedutaan Besar/Perwakilan Diplomatik
  5. Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari kepolisian.
  6. Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan.
  7. Tanda Lunas Pajak bagi orang asing.
  8. Fotokopi Akta Kelahiran.
  9. Akta Cerai (Jika ada).
  10. Surat Keterangan Masuk Islam (Jika catin mualaf).
  11. Pasfoto 2 x 3 dan 3 x 4 latar belakang merah maupun biru. (Dalam kasus ini saya menyiapkan masing-masing 10 lembar supaya jika kurang tidak perlu bolak-balik).
  12. Semua dokumen yang tidak berbahasa indonesia, diterjemahkan secara resmi.


PEMBAHASAN


Untuk Persyaratan yang Dibutuhkan WNI sepertinya sudah umum ya jadi mungkin sudah tidak perlu dibahas dipembahasan kali ini. Yang akan saya bahas adalah poin-poin yang terdapat pada Persyaratan yang Dibutuhkan WNA.

Karena pengalaman mengacu pada persyaratan tersebut diatas yang diberikan oleh KUA setempat, ada beberapa poin yang ternyata tidak perlu lagi dilakukan tapi karena simpang siur informasi baik dari KUA maupun dari instansi yang bersangkutan saya jadi wasting so much time!!! 


Lanjut, saya akan bahas per poin ya supaya lebih rapi saja kelihatannya

  • Bukan satu paspor penuh yang difotokopi, tapi hanya pada bagian halaman fotonya.
  • KIMS ini bisa dibilang Visa On Arrival. (CMIIW)
  • Single Status Certificate ini bisa didapatkan di Registry Of Births Death Marriages di negara WNA. (Dalam kasus ini WNA Australia) 
  • Surat Keterangan dari Kedubes ini dinamakan CNI (Certificate Of No Impediment to Marriage). CNI ini bisa didapatkan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta ataupun Denpasar. Untuk tata cara persyaratan dan pengalaman saya mengurus CNI ini akan saya bahas ditulisan berikutnya. 
  • STMD (Surat Tanda Melapor Diri). Waktu itu calon saya dan papa saya (karena saya sedang suntik vaksin) diminta untuk mengurus surat ini hingga ke POLRESTABES! seriously?! Padahal setahu saya hal ini bisa diurus di POLRES. Juga setahu saya, STMD ini sudah ditiadakan per 1 Januari 2014. Tapi  karena saya sudah sangat malas berdebat, akhirnya saya ke Polsek setempat untuk menanyakan hal tersebut dan benar saja STMD sudah ditiadakan per 1 Januari 2014.

Adapun bunyi lengkap dari Pengumuman tersebut adalah:

“1. Diberitahukan bahwa berdasarkan :
a.    Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

b.    Surat Perintah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : SPRIN/2471/XII/2013 Tgl 23 Desember 2013 tentang Penghentian Surat Keterangan Lapor Diri.
Maka terhitung mulai tanggal 1 Januari 2014, POLRI tidak lagi menerima pelayanan orang asing berupa Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD).
2.    Dalam rangka berakhirnya tahun anggaran 2013 dan akan diadakan tutup buku, maka penerimaan berkas permohonan untuk pelayanan orang asing terakhir sampai dengan tanggal 27 Desember 2013.
Demikian untuk maklum dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.”


Baca Juga:  Review Tony Moly Delight Tony Tint


Hal tersebut mungkin karena pihak KUA yang lacking of experience or something like that, I don't know! Tapi jika kalian menemui hal yang semacam ini, saran saya sertakan print out pengumuman tersebut diawal.

  • Surat Keterangan Model K II dari Dinas Kependudukan dan Tanda Lunas Pajak bagi orang asing. Nah ini, ini yang sangat menyebalkan! Perlu diketahui calon saya tidak menetap di Indonesia dan calon saya otomotis juga tidak bekerja di Indonesia. Bagaimana saya akan mendapat surat keterangan model ini?! Ataupun Tanda Lunas Pajak?! Saya sempat bertanya pada salah satu petugas Capil setempat, namun sayangnya jawaban beliau sungguh mengejutkan. Beliau bilang tidak begitu mengerti dengan surat model tersebut. Nah lho saya tanya siapa dong? Dan pada akhirnyapun surat tersebut tidak saya submit karena memang tidak ada, lalu apa yang mau di submit?! Setau saya Tanda Lunas Pajak ini diperuntukkan WNA yang menetap di Indonesia. (CMIIW)
  • Semua dokumen yang tidak berbahasa indonesia, diterjemahkan secara resmi. Hal ini tergantung KUA setempat masing-masing. Untuk lebih aman, silahkan tanya lebih detail dokumen apa saja yang harus diterjemahkan.

Akan lebih mudah jika KUA setempat mempunyai pengalaman akan hal-hal yang terkait persyaratan yang dibutuhkan WNA. Akan lebih mudah juga apabila KUA setempat dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat untuk menghindari simpang siur informasi.

Tapi apapun itu manusia tidak ada yang sempurna dan saya sangat berterimakasih pada semua pihak dan juga KUA atas pengertian dan bantuan yang diberikan hingga akhirnya kami dapat melewati proses birokrasi yang cukup ruwet.

 Setelah melewati semua itu, saya tau hal yang harus dilakukan adalah terus berjuang dan mencoba menikmati setiap ujian dan masa-masa sulit untuk menuju ke jenjang pernikahan.

Semoga informasi ini dapat membantu teman-teman semua yang akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.

The struggle is real! But you gotta keep going!
Have a g'day everyone! 💛💛



SOCIOLLA DISCOUNT

sociolla'

CHARIS DISCOUNT

charis