Friday, March 16, 2018

Cara Mengurus Visa Turis Australia 2018 - Niia Santoso


Hai semua!
Topik kali ini aku nggak bakal bahas masalah beauty, tapi aku bakal bahas Bagaimana cara mengurus Visa Turis Australia.
Sudah cukup banyak temen-temen di Instagram yang minta dibuatin tulisan ini.

Kalo ditanya susah ngga sih buat visa turis Australia ini? Susah-susah gampang sih
Susahnya karena dokumennya ribet banget!
Gampangnya karena pihak AVAC sangat responsif kalo kita tanya-tanya lewat email.

By the way, saat ini kalo kalian mau apply visa kalian harus lewat Australia Visa Application Centre (AVAC) bukan di Kedutaan Australia lagi.

Nah untuk cara apply nya temen-temen bisa langsung dateng ke AVAC tapi buat janji dulu yaa
Bisa juga apply by post. Jadi dokumen semua dikirim lewat pos. Ini juga nggak sembarangan kirimnya. Nanti aku jelasin dibawah.
Atau bisa juga lewat travel agent.

Kalo aku sih untuk Visa Turis Australia ini mending urus sendiri deh. Karena sama-sama ribetnya meskipun lewat Travel Agent! Dokumen semua kita yang urus, hanya pas pengaplikasiannya travel agent yang urus. Belum tentu di approve juga! Dulu pas pertama mau apply visa turis ini, aku sempet mau urus lewat Travel Agent, tapi sama-sama ribetnya dan minimal uang tabungan harus ada 50 juta! Hmm aku sih No. Mending urus sendiri. Sama aja ribetnya.

Aku apply visa turis Australia pertama kali di tahun 2014 dan approved! Lalu kembali mengulang apply lagi di tahun 2018 dan kembali approved!

Setelah menimbang-nimbang jika apply lewat Travel Agent harus membayar lebih dan tabungan juga harus minimal 50 juta. Lalu apply langsung ke AVAC juga sepertinya terlalu mahal karena harus terbang ke Jakarta dan belum akomodasi bla bla bla. . . maka apply lewat pos adalah pilihan yang lebih hemat dan bijak ketimbang harus terbang ke Jakarta dan bayar hotel segala macem.



Nekatlah saya untuk apply visa turis Australia, pertama-tama saya buka website AVAC dan menuju ke layanan tambahan yaitu Layanan Penjemputan dan Pengembalian Dokumen Melalui Pos disini

Ada dua pilihan saat kalian ingin apply lewat pos :
1. Penjemputan Dokumen
2. Penjemputan dan Pengembalian Dokumen

Disini saya hanya memilih untuk Layanan Penjemputan Dokumen karena Visa Turis Australia yang granted tidak lagi ditempel di paspor layaknya Visa Turis China, tapi sudah elektronik. Jadi otomatis.

Setelah mengunduh daftar isian yang diperlukan untuk penjemputan dokumen lalu saya mulai mengunduh formulir visa turis saya (Visa Kunjungan SC 600) Disini

Selain itu di website AVAC / VFS global sudah sangat lengkap informasinya. Kalian bisa menemukan formulir visa yang kalian inginkan, persyaratan, harga dan lain-lain. Jadi pastikan kalian buka website tersebut diatas ya.



Nah untuk dokumen yang saya siapkan sebagai berikut :


1. FC Passport yang sudah dilegalisir oleh pihak Notaris (Halaman Identitas dan Halaman lainnya yang ada visa atau bukti keluar masuk negara lain, dan halaman belakang yang terdapat identitas juga)
Ditata urut nomor halaman dan ditata menghadap ke arah yang sama

2. Foto terbaru dengan background putih ukuran 45mm x 35mm (Dibelakang foto selalu saya tulis nama lengkap dan nomor passport)

3. FC KTP, KK, & Akta Kelahiran

4. FC NPWP

5. FC Kartu Pelajar/Mahasiswa

6. Surat Pernyataan Bekerja dari Perusahaan

7. Tiket pesawat pulang pergi (Meksipun ini tidak disarankan oleh pihak AVAC tapi menurut saya ini penting sih, soalnya biar mereka yakin kalo kita akan kembali lagi ke Indonesia)

8. Surat rekomendasi dari Bank (Saya menyertakan ini saat membuat visa ditahun 2014, tapi tidak menyertakan ini saat membuat visa ditahun 2018)

9. Rekening Koran 3 bulan terakhir dari Bank.
Nah disini yang juga ribet! Jadi dari pihak AVAC sendiri tidak menentukan berapa jumlah uang yang harus ada ditabungan. Saya pernah membaca kasus seorang WNI yang ditolak visa turisnya oleh Australia meskipun uangnya ada 100juta lebih. Ada juga yang granted meski uang tabungan dibawah 50 juta.

Saat saya apply visa turis pertama di tahun 2014 uang yang ada ditabungan saya ada sekitar 20 juta dan hasilnya alhamdulilah LOLOS!

Saat saya apply visa turis kedua ditahun 2018, uang yang ada ditabungan saya hanya sekitar 10 juta dan alhamdulillah tetap lolos.



Kunci saya yaitu selama 3 bulan tersebut arus masuk dan keluar tabungan harus lancar. jadi tidak tiba-tiba uang masuk banyak lalu mengendap tanpa ada kegiatan masuk atau keluar.

Biasanya selama 3 bulan tersebut saya selalu menabung, lalu mengambil uang atau transfer ke rekening lain. Lalu setelah itu saya tabung kembali uangnya supaya di rekening koran yang akan kita kumpulkan tadi terlihat arusnya lancar antara masuk dan keluar.

Selain itu anggap saja satu hari kalian menghabiskan uang 1juta rupiah disana. Jadi tinggal di kali berapa hari kalian ada di Australia. Itulah jumlah tabungan yang aman untuk dibawa kesana.

Selain itu sponsor sangatlah penting! Kalau bisa kalian punya kenalan yang ada di Australia yang mau mensponsori kalian selama kalian di Australia. Dengan adanya sponsor sepertinya memudahkan untuk visa turisnya lolos.

Perlu diketahui yang dapat menjadi sponsor adalah mereka warga negara Australia atau setidaknya berstatus sebagai permanent resident.

10. Surat Undangan atau Invitation Letter dari Sponsor. Sponsor disini adalah teman atau keluarga yang dapat bertanggung jawab terhadap kita selama kita di Australia.

11. FC Passport Sponsor

12. FC Akta Kelahiran Sponsor

13. FC Keterangan membayar pajak dari Sponsor

14. FC Slip Gaji dari sponsor

15. Rekening Koran dari Sponsor

16. Surat keterangan menikah (Jika menikah)

17. Formulir Visa Kunjungan Form 1419 Disini

18. Formulir Penjemputan Dokumen Disini



Nah itu tadi adalah persyaratan yang biasanya saya sertakan saat saya apply visa turis Australia. Untuk persyaratan sesuai website silahkan kunjungi website AVAC-VFS Setelah semuanya selesai, saya melakukan pembayaran sesuai dengan yang ada di Formulir Dokumen Penjemputan.


Baca Juga : Menikah dengan WNA

INGAT! Pembayaran yang dilakukan ada 2 macam.
Yang pertama membayar proses pengajuan Visa ke rekening Kedutaan Australia. Kedua membayar biaya penjemputan dokumen dan biaya lainnya seperti biaya sms ke rekening VFS. Jadi perlu diingat jangan sampai salah. Semua panduan telah ada lengkap di formulir dokumen penjemputan. Jadi dibaca dengan teliti.

Setelah semuanya beres, scan bukti transfer dan scan daftar pick up lalu kirim ke email info.avacjakarta@vfshelpline.com dengan subject "Konfirmasi Postal Pick Up Nama Pemohon"
dan dilanjutkan dengan isi email adalah nama pemohon, alamat penjemputan dokumen, no passport, nomor hp.

Setelah itu kita akan menerima balasan dari pihak AVAC dan beberapa hari kemudian dokumen kita akan dijemput oleh pihak kurir yang diutus oleh AVAC.

Mulai dari dokumen saya dijemput hingga hasil pegumuman visa keluar kurang lebih 10 hari. Hal tersebut termasuk sangat cepat karena dokumen masih harus dikirim ke Jakarta dan seperti yang kita ketahui bahwa pengurusan visa hanya dapat diproses saat hari kerja saja.

Jujur meskipun dokumennya super ribet namun saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh AVAC.


KESIMPULAN:


Jumlah tabungan itu penting namun yang lebih penting adalah arus kas tabungan itu sendiri. Jangan sampai ada uang dalam jumlah besar tiba-tiba masuk lalu mengendap. Jangan sampai juga rekening koran 3 bulan tersebut berisi informasi bahwa uang hanya mengendap saja tanpa ada pengeluaran.

Selanjutnya, surat-surat yang menyatakan bukti bahwa kita akan kembali lagi ke Indonesia seperti surat keterangan bekerja yang menyebutkan bahwa kita akan kembali lagi ke Indonesia karena punya tanggung jawab untuk bekerja. Atau surat dari universitas. Atau surat lainnya seperti surat kepemilikan tanah atau rumah yang memang milik kita.

Selanjutnya adalah sponsor. Banyak WNI yang tetap lolos kok tanpa adanya sponsor. Tapi ya itu memang jumlah uang ditabungan harus cukup banyak dan arus kas harus lancar. Saya tidak bisa bilang pastinya berapa uang ditabungan untuk visa dapat lolos, karena pihak AVAC pun juga tidak pernah mematok berapa uang yang harus ada di tabungan. Tapi setidaknya dengan adanya sponsor, bisa membantu visa kita untuk lolos.

Biasanya jika saya bingung saya selalu bertanya kepada pihak AVAC lewat email info.avacjakarta@vfshelpline.com dan selalu dibalas. Mereka sangat ramah dan juga responsif jadi jangan khawatir, jika bingung langsung saja hubungi mereka lewat email.

Semoga informasi ini membantu untuk teman-teman yang berencana pergi liburan ke Australia!

Jangan lupa share artikel ini ke media sosial kalian juga ya!




SEE YOU ON MY NEXT POST! 💛 


















Be First to Post Comment !
Post a Comment

SOCIOLLA DISCOUNT

sociolla'

CHARIS DISCOUNT

charis