Wednesday, December 13, 2017

DRAMA Mengurus CNI [Certificate of No Impediment]

Hi Beautiful Soul!

Kali ini aku mau share bagaimana cara mengurus Certificate of No Impediment atau yang sering disebut CNI. Sertifikat ini biasanya dibutuhkan oleh WNA yang akan menikah di Indonesia.
Untuk syarat-syarat WNI atau WNA menikah di Indonesia, kalian bisa baca postinganku sebelumnya.



Apa itu CNI ?

Jadi, CNI ini semacam surat keterangan tidak ada halangan untuk menikah di Indonesia. CNI ini bisa didapatkan di Kedutaan Besar Negara WNA yang ada di Indonesia. Suami saya adalah WNA asal Australia. Setau saya, CNI tidak bisa didapatkan di negara asal WNA, namun hanya bisa didapatkan di negara dimana WNA akan melangsungkan pernikahan. (CMIIW)


http://indonesia.embassy.gov.au/files/jakt/Embassy-1.jpg


Persyaratan untuk mengurus CNI?

Dari yang sudah aku alami, persyaratan untuk mendapatkan CNI ini cukup simple. Hanya membutuhkan :
→ Passport WNA Asli
→ Passport WNI Asli
→ Uang (Bisa Cash atau Debit)

Berapa lama sampai CNI jadi?

Trust me! Nggak ada 2 jam, CNI udah langsung jadi dan bisa dibawa pulang!

Gampang gitu kok! Terus kenapa judul artikelnya ada DRAMA nya?

Para pembaca yang budiman,
Untuk dapat mengurus CNI, kita harus membuat janji terlebih dahulu lewat telepon dan itu yang sangat susah. Untuk kasus saya tempo hari lalu saya meminta bantuan operator untuk menyambungkan saya ke bagian pembuatan janji untuk CNI, lalu setelah disambungkan akan ada nada tunggu super lama dan nanti tiba-tiba akan ada mesin otomatis yang menjawab.

Saya sudah berkali-kali mencoba tapi tetap tidak dapat tersambung secara langsung oleh bagian yang menangani CNI. So, saya konsultasi lagi dengan operator dan operator bilang untuk meninggalkan pesan saat mesin menjawab telepon kita. Jadi saat bagian CNI or whatever you name it tidak menjawab telepon saya, maka saya meninggalkan pesan berisi "Keinginan untuk membuat jadwal datang untuk mengurus CNI pada tanggal (..) dan bulan (..) serta data diri, alamat email dan juga nomor telepon saya yang bisa dihubungi".

Suami saya  hanya mendapat ijin cuti satu minggu untuk datang ke Indonesia untuk mengurus surat CNI dan surat-surat lainnya. Dua minggu sebelum suami saya datang, saya sudah mencoba berkali-kali mendapatkan janji temu untuk mengurus CNI. Saya sendiri berasal dari Jawa Tengah dan surat-surat yang dibutuhkan KUA untuk melengkapi syarat pernikahan pun sangat menguras tenaga dan waktu.

Dengan waktu hanya seminggu, kami dituntut untuk dapat menyelesaikan semuanya.
Lanjut ke bagian CNI, setelah meninggalkan pesan ke mesin penjawab telepon saya sama sekali tidak mendapatkan balasan telepon ataupun email. Tiga hari sebelum jadwal keberangkatan saya ke Jakarta, saya mencoba menghubungi bagian Konsulat lagi namun nihil hanya mesin penjawab telepon yang menjawab. Karena kita sudah tidak punya waktu lagi untuk menunda mengurus CNI, maka saya dan suami sesuai rencana pergi ke Jakarta. Nekat. Karena belum ada konfirmasi yang didapat dari pihak Konsulat.

Sesampainya di Jakarta, semua sisi bagian tembok depan Kedutaan Besar Australia dijaga ketat oleh beberapa petugas berseragam lengkap. Pada bagian tengah, terdapat loket yang penjagaannya juga tak kalah ketatnya. Saat ditanya petugas apakah kami sudah memiliki janji temu? Saya berkata saya sudah membuat janji tapi belum dikonfirmasi. Lalu petugas mengkonfirmasi hal tersebut kepada bagian dalam dan guess what? Saya memang belum tertulis ada janji disana.

Jangan ditanya rasanya seperti apa? Saya jengkel. Karena bukan sekali dua kali saya mencoba untuk membuat janji lewat telepon. Terlebih saya dan suami hanya mempunyai waktu dua hari di Jakarta karena selepas itu suami harus kembali lagi ke Australia.

Dibantu salah satu petugas disana, saya disuruh membuat janji saat itu juga.
Saya kembali menelepon nomor yang berulang kali saya telepon beberapa waktu yang lalu. DAN NIHIL! Hanya mesin penjawab yang menjawab telepon.


Lalu bapak petugas tersebut kembali kedalam, terlihat berbincang serius dengan teman-teman yang lain. Kemudian bapak tersebut terlihat menelepon seseorang yang ada didalam gedung. Tak berselang lama, bapak tersebut keluar dan meminta saya untuk kembali menelepon. Setelah tersambung saya diminta untuk mmilih bahasa lalu menekan angka 2. Lalu setelah selesai, saya diminta menekan angka 2. Dan 2 lagi. Lalu tidak boleh menekan angka apapun. Tapi tetap hanya mesin penjawab telepon yang mengangkat. Saya tidak bisa tersambung ke bagian CNI nya.

Saya diminta untuk terus mencoba lagi, tentu menggunakan metode 2 2 2 yang sudah saya jelaskan diatas. Coba lagi. Coba lagi. Lagi. Akhirnya BERHASIL!!

Terdengar suara wanita diseberang sana menyapa saya. 

Apakah dramanya sudah selesai? BELUM!

Mbak-mbak diujung telepon berkata bahwa kami bisa datang lagi untuk mengurus CNI minggu depan. LHA?! Orang suami saya harus pulang ke negaranya lusa.

Akhirnya dengan sedikit putus asa, entah apa yang saya katakan akhirnya si mbak-mbaknya mau membuatkan jadwal untuk kami keesokan harinya.

LEGA. SAMPAI INGIN NANGIS RASANYA :(


Teruntuk bapak petugas yang dengan baik hati membantu kami hampir satu jam didepan kedutaan, terima kasih banyak bapak atas bantuannya. Saya lupa nama bapak tersebut, tapi yang pasti jika bapak baca tulisan saya ini, bapak adalah salah satu hero kami dalam perjuangan kami menyatukan dua budaya yang berbeda kejenjang pernikahan.


*Keesokan Harinya

Saya dan suami (waktu itu masih calon suami), kembali mendatangi Kedutaan Besar Australia. Pada loket depan, saya dimintai paspor baik paspor saya maupun paspor suami. Setelah itu petugas akan konfirmasi ke bagian dalam apakah benar kita sudah mempunyai janji atau belum. Setelah dikonfirmasi, kita akan dipersilahkan masuk gerbang. Lalu seingat saya kita akan melewati pemeriksaan dan juga melewati beberapa pintu besi.

Setelah masuk ke gedung kedutaan, kita akan diberi ID CARD yang harus dipakai selama kita berada didalam gedung. Kita nanti akan dipandu untuk naik ke lantai atas. Setelah sampai, kita akan diminta mengisi beberapa dokumen dan juga membayar sebanyak yang sudah disebutkan.

Setelah menunggu beberapa saat, CNI pun siap untuk diambil. Kita akan diberi Satu dokumen asli CNI dan satu atau dua lembar fotocopy CNI.


Semoga pengalaman saya diatas dapat membantu teman-teman yang akan mengurus CNI. Intinya jangan pernah menyerah!

3 comments on "DRAMA Mengurus CNI [Certificate of No Impediment]"
  1. aku mengalami kejadian yang pesisssssss.dan smpe skrg kt blm berhasil krna keburu dia hrs bakik ke australia.dan kt mencoba tlp berkali kli ga berhasil.krna sudh kelaman berdiri di dpn kedutaan yg sangat ketat suasanaya ga nyaman.jf kt pulang.thx ya cerita km bikin semngt lg but ngurus

    ReplyDelete
  2. Anda merassa kesulitan dalam mengurus dokumen, butuh bantuan jasa. kami CV. Afaf Karya Utama siap membantu menyelesaikan permasalahan anda.
    www.birojasajabodetabek.com
    Telpn/WA 085216030685

    ReplyDelete
  3. Duh cowokku jg australia. semoga lancar :')

    ReplyDelete

SOCIOLLA DISCOUNT

sociolla'

CHARIS DISCOUNT

charis